Mencari Undervalued Stocks dengan P/BV ratio

Dalam dunia investasi selalu diajarkan agar kita berinvestasi (membeli) pada saham-saham yang undervalued dan menjual saham yang overvalued. Dikatakan undervalued jika nilai intrinsik saham tsb lebih tinggi dibandingkan harga pasarnya, demikian pula sebaliknya jika harga pasarnya lebih tinggi dari nilai intrinsiknya maka saham tsb dikatakan overvalued. Sedangkan jika harga pasar sama dengan nilai intrinsik, disebut

Mencari Undervalued Stocks dengan P/BV ratio Read More »

Trading = Go to War !!!

Mungkin Anda merasa bingung dan kaget melihat judul dari tulisan ini, tetapi saya ingin mengingatkan Anda bahwa judul di atas ada substansi kebenarannya. Pada waktu kita trading dalam instrumen berisiko tinggi seperti saham, valas, futures dan bentuk derivative lainnya, ada baiknya bila kita menganggap diri kita lagi pergi ke medan perang. Apa yang akan kita

Trading = Go to War !!! Read More »

Timing the Stock Market?

Semua orang yang berinvestasi baik itu property maupun saham dan obligasi, mereka selalu ingin membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi. Apabila Anda membeli investasi A dengan harga Rp. 1 juta dan setelah stabil tidak bergerak selama 4 tahun, pada tahun ke-5 harga baru naik menjadi Rp.2 juta, maka Anda mendapat keuntungan 100%

Timing the Stock Market? Read More »

Three Phases in a Trend

Pergerakan harga saham ataupun komoditas selalu mengikuti sebuah pola yang disebut dengan Trend. Ada yang disebut Uptrend (harga cenderung mengalami kenaikan), Downtrend (harga cenderung turun) dan Sideways (pergerakan harga relatif stabil). Dan kita seringkali mendengar ungkapan jika kita bisa mendeteksi terjadinya sebuah trend, maka kita bisa menghasilkan keuntungan. Oleh sebab itu kita perlu memahami fase

Three Phases in a Trend Read More »

Pro and Con of Derivatives Trading

Berbicara tentang derivatives trading, seringkali yang kita dengar adalah sisi negatifnya, antara lain hancurnya Barings Bank di tahun 1995 setelah oknum karyawan melakukan transaksi derivatif yang mengakibatkan kerugian sangat besar. Pada mulanya instrumen derivatif diciptakan untuk melakukan hedging (lindung nilai). Sebagai contoh: seorang pengusaha Indonesia yang membeli mesin dari Amerika senilai USD 1 juta, dan

Pro and Con of Derivatives Trading Read More »

Overview of Wealth Management

Seringkali begitu mendengar istilah Wealth Management, kita hanya terfokus pada meningkatkan kekayaan (wealth), padahal ini adalah sebuah pemahaman yang kurang lengkap. Apalagi saat ini dengan semakin gencarnya penawaran jasa Wealth Management, baik melalui layanan perbankan maupun penasihat keuangan, maka kita perlu memahami konsep ini secara komprehensif. Konsep Wealth Management pada dasarnya terbagi dalam 3 bagian

Overview of Wealth Management Read More »

Overview of Options Trading

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas options secara singkat. Secara definisi, Options adalah hak untuk membeli (Call) atau menjual (Put) sesuatu pada harga yang sudah ditentukan (Strike Price) pada saat tertentu (European Options) atau dalam jangka waktu tertentu (American Options). Sebagai contoh: jika Anda membeli Call Options atas saham X dengan strike price Rp.

Overview of Options Trading Read More »

Mencari Undervalued Stocks dengan P/BV ratio

Dalam dunia investasi selalu diajarkan agar kita berinvestasi (membeli) pada saham-saham yang undervalued dan menjual saham yang overvalued. Dikatakan undervalued jika nilai intrinsik saham tsb lebih tinggi dibandingkan harga pasarnya, demikian pula sebaliknya jika harga pasarnya lebih tinggi dari nilai intrinsiknya maka saham tsb dikatakan overvalued. Sedangkan jika harga pasar sama dengan nilai intrinsik, disebut

Mencari Undervalued Stocks dengan P/BV ratio Read More »

Conservative Vs Aggressive

Apabila kita bertanya kepada orang, “Apa tujuan Anda bekerja?” Mungkin hampir semua akan menjawab mereka bekerja untuk mendapatkan uang. Setelah mendapatkan uang, maka mereka akan membelanjakan, menabung atau menginvestasikan uang tsb. Sehingga boleh dikatakan bahwa uang tsb akan terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok biaya (expenses) atau kelompok harta (assets). Kelompok biaya meliputi pengeluaran rutin

Conservative Vs Aggressive Read More »